untitled
December 9th, 2007 by nasandhimtuhan,
mungkinkah yang tak mungkin
menjadi mungkin ?
tuhan,
mungkinkah yang tak mungkin
menjadi mungkin ?
Merenung lagi. Gara-gara kesalahan kecil, semuanya terbongkar. Padahal dah tersimpan rapih. Rapih sekali, tak terlihat. Huff*. Memang sudah nasib kali ia. Fuh! Kecewa. Kecewa lagi dengan diriku, berjanji takkan menangis lagi, Aku mengingkari janjiku. Air mata itu tak tertahan lagi. Mengalir dari dua mataku. Mata indah, temanku berkata sperti itu, padahal Mata belo kalii . Hha*. Fiuh. Untungnya masih ada yang bisa membuatku tertawa, senang, lepas dari semua beban. Sedikit miris. Dimana di dunia nyata aku senang, sementara di dunia maya aku menangis. Begitu pun sebaliknya. cape. Iaa. Tapi, inilah hidup, kadang di atas, kadang dibawah. Paginya senang, siangnya menangis.
Andai ku bisa mengulang waktu, ingin ku ulang. Tapi tak mungkin. Udahlah, ga usah berkhayal. Lihat apa yang dah ada di dpan mata. Masa dpan mu ga boleh terbengkalai . Masih ada harapan esok yang lbih baik. Moga hari ini lebih baik dari kemarin. Moga esok lebih baik dari hari ini. Thx Allah, masih memberiku udara untuk hidup, untuk menjalankan rutinitasku, aktivitas sehari-hari. Thx Allah, telah menciptakan mereka, keluargaku, untukku. Thx Allah, telah menciptakan Dia, Dia yang slalu membuatku semangat untuk menjalani hari. Hari-hari yang tak cerah ini . . .
Isya, 07:26 ~ 01/07/2007, nAs .
aku menantikan kerinduan yang tak pernah sampai
entah diujung jalan mana kudapatkan manisnya itu
di mawar manakah ku harus mencari
di pelangi manakah ku harus berkelana
di batas waktu yang tak hilang
aku menapaki keindahan cinta
juga pahitnya perpisahan
di penghujung waktu
terbitkan matahari dari kening hari
ku rahasiakan cintaku dari bumi
di penggalan kisah diary ku
ku tutup malam dengan hening cinta
hanya degup jantungku yang terlalu cepat
karna ku tau ini rindu
hatiku kini hanya dapat merasakan nafas cintamu
berirama seperti musik yang ditelan jubah malam
karna mataku tak sempat sedetik pun melupakan mu
kenanganmu begitu erat memeluk apa yang ada pada setiap diriku
*Trims buat nick R3450N
nAs~ , 05:06 , 01/06/07
Tetaplah bersamaku, Tuhan
Tetaplah bersamaku, Kasih
Jika Kasih tak bersamaku
Tetaplah bersamaku, Tuhan
Kalau Tuhan tak bersamaku
Kemana lagi kan kucari kasih …
[for : someone]
Ini cerita cinta dari
Ayah dan Bunda buatmu
Tidak untuk dijadikan pegangan hidup
Karena sudah ada Al-Qur’an untuk itu
Tidak pula sebagai tuntunan laku
Karena Rasul telah tinggalkan Sunnah bagi kita
Cukuplah engkau ingat-ingat
Dalam setiap jatah waktu yang engkau miliki
Hai, nak
Kau mungkin tidak ingat kalimat dalam tunduk
Setiap kali kami menimangmu tidur
Berisi permohonan
Berisi pujian
Berisi tanda syukur
Berisi kesaksian
Berisi pengakuan
Hai, nak
Kami mengajarkanmu makan dan minum
Tidak untuk mengenyangkan perutmu
Tidak pula untuk penuhi dahagamu
Sekedar membantu agar engkau mampu
Menuntaskan kewajibanmu setelah itu
Dan ingat pada mereka-mereka
Yang masih mengais rezeki hari ini
Hai, nak
Kami mengajarkanmu menggenggam
Tidak untuk menahan hak orang lain
Tidak pula untuk merampasnya
Sekedar cara mempertahankan milikmu
Dan meletakkan sebagian isi genggamanmu
Pada tangan yang lebih berhak
Hai, nak
Kami mengajarkanmu melangkah
Tidak hanya untuk menjejakkan kaki
Pada tempat yang engkau inginkan
Gunakan pelajaran itu nanti
Untuk tetapkan langkah pada jalan-Nya
Walau berserak kerikil dan batu menyandung
Hai, nak
Kami mengajarkanmu berbicara
Tidak untuk berbual ria
Tidak pula menikam musuh dalam fitnah
Manfaatkan kemampuan itu nanti
Untuk berbagi dan menyampaikan ilmu
Dan selalu berdiskusi dengan-Nya
Hai, nak
Duabelas purnama, itu dulu pelajaran buatmu
Bila Ia berikan lapang waktu
Akan kita teruskan pelajaran lainnya
Agar waktu yang terlewati
Dan setiap waktu yang tersisa
Selalu berisi pengabdian
Dan berlimpah dengan ridha-Nya
1. Agama hanya dapat
dirasakan oleh mereka yang menegakkan dalam dirinya.
2. Kebahagiaan hanya
akan dirasakan oleh mereka yang membela keyakinan, kebenaran dan keadilan.
3. Kemenangan dan
kejayaan hakiki hanya akan diberikan kepada para pejuang yang rela berkorban,
kuat menahan penderitaan dan kepapaan.
4. Kesabaran dan
ketahanan berjuang hanya akan diberikan kepada mukmin yang mendekatkan diri
kepada allah swt.
5. Tegaklah dengan
keyakinan dan perjuangan karena makna dan arti hidup terletak pada keyakinan
perjuangan.
6. Belajar memberdayakan
diri guna kepentingan cita dan agama
Buat manusia
istimewa dalam hidup ini… dan juga isteri-isteri pejuang… serta bakal
isteri seorang pejuang
Isteriku….
Apabila kusentuh telapak tanganmu…
Saat kuusap dan kurasakan guratannya,
Kudapatkan parutan kasar dan semakin kasar….
Dan ketika kupandangi wajahmu….
Terpancar sinar bahagia dan ketenangan walaupun kutahu…
Redup matamu menyimpan satu rintihan yang memberat….
Ketika kutersentak dari pembaringan di kala fajar kadzib menyingsing…
Aku terpana dengan munajatmu yang syahdu.
Isteriku…
Tatkala teman-temanmu tengah bersantai, happy fun….
Di keramaian dunia ciptaan mereka…
Engkau bahagia mengorbankan seluruh detik-detikmu….
Hanya untuk Islam dan keagungan muslimin…
Tatkala lengan-lengan mereka dibaluti…
Pelbagai hiasan yang indah…
Leher-leher mereka memberat dilingkari dengan kilauan emas berlian…
Pakaian-pakaian anggun bak puteri kayangan…
Wajah mereka dibaluri pelbagai warna dan jenama…
Kau umpama ladang ummah…
Kau menginfaqkan seluruh jiwa dan raga demi kebangkitan Islam…
Kau tak pernah bersungut-sungut, mengeluh, meminta-minta maupun
mengadu domba…
Tatkala mereka berlomba-lomba mengejar pangkat dan nama…
Kau sibuk menjulang nama dengan pengaduanmu di sisi yang Esa…
Isteriku….
Bukan aku tidak mampu membelikan benda dan hiasan-hiasan tersebut… Tetapi
isteriku…
Aku masih ingat tatkala aku menyuntingmu untuk kujadikan isteri dan penghuni
kamar hatiku….
Kau melafazkan satu tuntutan, "Saya siap mendampingi perjuangan ini
bersama akhi tetapi dengan syarat…" Sambil tersenyum kau menghela nafas
dalam-dalam….Aku termangu sendirian… Syarat apakah itu? Bungalow kah?
Hamparan tanah berhektar-hektar kah? Mobil mewahkah? Intan berliankah? Pakaian
sutera yang high class? Perabot mahal dari Itali kah?… Atau honeymoon di
Paris ?..
Lama kau mengumpulkan kekuatan untuk sekedar berkata…
Akhirnya…
Arghhh… Permintaanmu itu…
Pasti ditertawakan oleh kerabat dan teman-teman kita…
Aku tergugu, haru dan bangga…
Dengan penuh keyakinan kau berkata..
"Akhi , Mampukah akhi menjadikan saya sebagai isteri yang
kedua ?….
Mampukah akhi menjadikan Islam sebagai isteri pertama yang lebih memerlukan
perhatian?…
Mampukah akhi meletakkan kepentingan Islam melebihi segala-galanya termasuk
urusan-urusan dunia?…
Mampukah akhi menjual diri semata-mata karena Islam?..
Mampukah akhi berkorban meninggalkan kelezatan dunia?…
Mampukah akhi menjadikan Islam laksana bara api….
Akhi perlu menggenggamnya agar bara itu terus menyala…
Mampukah akhi menjadi lilin yang rela membakar diri untuk Islam.. Bukannya
seperti lampu pijar yang bisa di’on’
kan
bila
perlu dan di’off’
kan
bila tidak….
Mampukah akhi mendengar hinaan yang bakal dilontarkan kepada anda karena
perjuangan anda….
Dan…mampukah akhi menjadikan saya isteri seorang pejuang yang tidak dimanja
dengan fatamorgana dunia?…
Aduh! Banyaknya syarat-syarat itu isteriku…
Namun aku menerima syarat-syarat tersebut karena aku tahu..
Jiwamu kosong dari syurga dunia…
Karena aku tahu kau mampu mengubah dunia ini dengan iman dan akhlakmu..
Bukannya kau yang diubah oleh dunia…
Isteriku..
Akhirnya jadilah engkau penolong setiaku sebagai nakhoda mengemudi bahtera
kehidupan kita…
Susah senang kita tempuh bersama…
Aku terharu dengan segala kebaikanmu…
Kau jaga akhlakmu…
Kau pelihara maruahmu selaku muslimah…
Kau tak pernah mengeluh apabila sering ditinggalkan demi tugasku menegakkan
Islam ke persada agung….
Kau jua sanggup mengekang mata menungguku sambil memberikan aku suatu senyuman
terindah di ambang pintu tatkala aku pulang lewat malam…. Malah kau
seringkali meniupkan semangat untuk aku terus tsabat di pentas perjuangan
ini….
Kau tabur bunga-bunga jihad walaupun kita masih jauh dengan keharuman kemenangan…
Isteriku..
Tangkasnya engkau selaku isteri…
Biarpun kau jua sibuk bersama mengorbankan tenaga dalam perjuanganku ini..
Kau jaga relasi kita dengan indahnya…
Kau siraminya dengan wangian cinta dan kasih sayang….
Kau tak pernah menjadikan kesibukanmu itu untuk kau lari dari amanahmu meskipun
jadualmu padat dengan agenda-agenda bersama masyarakat dan kaum sejenismu….
Cekalnya engkau mendidik anak-anak…
Kau kenalkan mereka dengan Allah, Rasul saw, para sahabat yang mulia serta para
pejuang Islam…
Kau titipkan semangat mereka sebagai generasi pelapis jundullah…
Kau asuh mereka hidup dengan Al Quran…
Malah kau temani mereka mengulangkaji pelajaran dikala menjelang imtihan…
Isteriku…
Barangkali inilah pelajaran dari ustadzah Zainab Al Ghazali…
Tangan yang mengayun buaian dapat mengguncang dunia…
Kau beri didikan dua generasi sekaligus, generasi kini dan generasi kan datang
Suaminmu
dan anak-anakmu dengan MAHABBAH
Andai ibunda Khadijah Al Kubra masih ada..
Pasti beliau tersenyum bangga karena masih ada srikandi Islam…
SEPERTIMU….WAHAI ISTERIKU..
NB : Coba ada yang ngirim kata" ini ke n a s .. hehehehehe ..
Tuhanku, jadikanlah
anakku
seorang yang cukup kuat mengetahui kelemahan dirinya
berani menghadapi kala ia takut
yang bangun dan tidak runduk dalam kekalahan yang tulus
serta rendah hati dan penyantun dalam kemenangan
Oh Tuhan, jadikanlah
anakku
seorang yang tahu akan adanya Engkau
dan mengenal dirinya, sebagai dasar segala pengetahuan
Ya Tuhan, bimbinglah
ia
bukan di jalan yang gampang dan mudah
tetapi di jalan penuh desakan, tantangan dan kesukaran
Ajarilah ia: agar ia sanggup berdiri tegak di tengah badai
dan belajar mengasihi mereka yang tidak berhasil
Ya Tuhan jadikanlah
anakku
seorang yang berhati suci, bercita-cita luhur
sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain
mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu
Sesudah semuanya
membentuk dirinya
aku mohon ya Tuhan
Rahmatilah ia, dengan rasa humor
sehingga serius tak berlebihan
berilah kerendahan hati, kesederhanaan dan kesabaran
Ini semua ya Tuhan
dari kekuatan dan keagungan Mu itu
jika sudah demikian Tuhanku
beranilah aku berkata:
"Tak sia-sia hidup sebagai bapaknya"
Bila Ibu Boleh Memilih ….
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena
mengandungmu Maka ibu akan memilih mengandungmu… Karena dalam mengandungmu
ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan
nak,… engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa
dan berurai air mata…
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang
melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu
rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau
hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah… saat paling membahagiakan
Segala sakit dan derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam
untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan
tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…
Try out nak klas 9 pun akhirnya tiba .. ini sudah ditunggu" sejak awal tahun .. hehehehe .. maklum, bwad nak" klas 7 or 8, klo nak klas 9 try out, klas 7 n’ 8 libur ..
Jdi, nas ma tmn" dah bkn planning gtu .. walao free nyah cuman bntr, tp lumayan kan .. phot-box or skdr jalan" ke DM, itu kan hal yang rare bngdh ……………
Oh iya, jdi lupa …… kan liburnya 3 ari berturut" tuh .. mon, tue, and wed … jdi plajaran yg ada di hari itu juga kelewat .. sekali lg tHx gOd .. hehehe … soalnya senin itu ada PR ‘civic education’ asli .. difficult bgt …
Trus selasa nya ada percobaan physics lagi .. huh .. melelahkan .. untung nya mlh libur … hehehehe … kelewat lg …
Pas hari Rabu, ini yg paling suseh bgt .. ap coba???? Religion Test !! oH nO !! Mana gurunya ‘brehenk’ aliaz ‘killer’ bgt !! Nyebelin kan?? Eit .. ga boleh ngomongin guru kyk gitu .. ntar kualat lo!! hehe … tp ya .. ga jdi .. gara" try out nya nak klas 9 ..
Sbnarnya sih ini bkn hal yg perlu disyukuri .. ga penting bgt kan?? Cuma gara" libur 3 hari doank .. ‘himung’ nya ampe segininya … tp lumayan jg sih .. buat nge- refresh otak yg dijejali kurikulum yg ga pentink sbnrnya ……….
Bagi pihak" yg mrasa tidak enak dgn tulisan ini .. harap hubungi dokter .. ^-^
Sekian,
n a s